5 Tafsir Hukum Judi Online Menurut Islam Berdasarkan Definisi dan Jenisnya

202.95.10.87 – Ketika Anda berbicara tentang judi dan hukum judi online menurut Islam, Anda harus mengerti terlebih dahulu, apa sebenarnya kegiatan yang dikategorikan sebagai kegiatan judi dan jenisnya. Menurut KUHP Pasal 303 ayat 3, judi dapat didefinisikan sebagai permainan yang mendasarkan kegiatannya pada usaha untuk menang dan bergantung pada faktor keberuntungan dan kepintaran terkait kebiasaan permainan. Permainan maupun perlombaan yang dilakukan melibatkan pertaruhan harta benda dalam bentuk uang maupun harta benda lain, dimana hal tersebut pada akhirnya mengakibatkan ada satu pihak yang diuntungkan, sedangkan pihak lain dirugikan. Berdasarkan definisinya, saat ini di Indonesia menurut PP No 9 tahun 1981, ada tiga kategori besar perjudian, yaitu:

  1. Judi kasino

Dunia kasino penuh dengan beragam permainan yang populer tidak hanya di Indonesia tetapi juga di luar negeri. Di Indonesia sendiri, ada cukup banyak promosi yang berkaitan dengan judi online kasino, seperti permainan blackjack, baccarat, kiu-kiu, pachinko, lotto, dan lainnya.

  1. Judi di lokasi keramaian

Dalam peraturan yang berhubungan dengan pelaksanaan penertiban perjudian, ada jenis judi lain yang dilarang di Indonesia, yaitu judi yang dilakukan di lokasi keramaian. Judi yang dilakukan di area ramai ini misalnya sabung ayam, pacuan kuda, lempar bola, hingga adu skor tembak.

  1. Judi yang terkait dengan kebiasaan

Kategori jenis judi lain yang juga dilarang adalah judi berhubungan dengan kebiasaan, dimana di Indonesia sendiri judi jenis ini umumnya berkaitan dengan dunia olahraga atau uji ketangkasan, seperti taruhan skor pertandingan bola, judi merpati, tebak skor pertandingan basket, atau lotre.

Dalam dunia hukum Islam, permainan judi 202.95.10.87 sendiri dianggap haram mengingat beragam kerugian yang akan diderita oleh orang-orang yang terlibat didalamnya. Berikut adalah beberapa dalil dalam Al Qur’an yang telah ditafsirkan oleh beberapa ahli tentang hukum judi yang dilakukan online maupun offline.

  1. Orang yang bermain judi memiliki dosa besar sama seperti orang yang mengkonsumsi khamr, berkurban untuk berhala (benda mati), dan permainan mengundi nasib

Dalam Islam, perbuatan judi termasuk perbuatan haram yang dilarang karena akan membuat orang yang melakukannya berbuat dosa besar. Hal tersebut setara dengan dosa yang ditimbulkan pada saat seseorang mengkonsumsi minuman beralkohol (khamr) hingga mengorbankan hewan ternak atau hal lainnya untuk menyembah berhala dan mengundi nasib. Kegiatan judi dianggap aktivitas yang haram karena akan membuat pelakunya hilang akal sehat dan melakukan beragam perbuatan lain yang membawa dirinya maupun orang disekitarnya kedalam kesengsaraan.

  1. Bermain judi haram karena setara dengan perbuatan najis  

Dalam surat Al Mudatsir ayat 5 dan Al Hajj ayat 30, diterangkan dengan jelas bahwa judi adalah perbuatan dosa besar yang hukumnya haram mengingat judi adalah perbuatan najis. Dalam beberapa hadist, judi termasuk dosa yang tidak terampuni apabila tidak segera ditinggalkan.

  1. Bermain judi haram karena hanya menimbulkan permusuhan 

Dalam surat Al Maidah ayat 2, surat Al Anfal ayat 63, serta Al Hujurat ayat 9, telah dijelaskan bahwa sesama umat muslim harus tolong menolong dalam perbuatan kebaikan dan bukan dalam hal dosa. Jika seorang umat muslim melakukan judi maka hal tersebut sama saja membuat dirinya melakukan dosa besar yang membuat seolah berada di tepi jurang neraka. Apabila kegiatan judi tidak dihentikan maka perbuatan tersebut menjadi haram karena judi akan membawa sesama umat muslim yang awalnya bersaudara bermusuhan dan mengalami bahaya yang mengarah pada dosa lainnya, seperti pembunuhan, pencurian, dan perzinahan.

  1. Judi membuat pelakunya melalaikan shalat

Dalam Islam, terdapat dalil yang memerintahkan pada seorang penjudi untuk melakukan al intiha atau berhenti sepenuhnya dari perbuatan yang mengandung dosa besar. Jika tidak segera bertaubat maka tidak ada hukuman lain yang menantinya selain siksaan api neraka.

  1. Judi menimbulkan perpecahan

Dalam hukum Islam, terdapat dalil yang menyatakan perbuatan judi dalam mengakibatkan perpecahan, tidak hanya dengan sesama umat muslim tetapi juga dengan sesama manusia. Seperti dalam firman Allah di surat Al Imron ayat 103 tidak ada nikmat Allah yang akan diturunkan kepada orang yang memilih perbuatan syaitan seperti berjudi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *