Apakah Hukuman Denda dan Penjara Untuk Penjudi Sudah Pas di Indonesia?

situs poker online

situs poker onlineSitus Poker Online – Jika berbicara soal hukuman untuk penjudi, banyak orang menimbang bagaimana hukuman yang pantas seharusnya dilakukan. Di Indonesia, aturan yang berlaku tertera di Pasal 303 KUHP. Dalam pasal ini tertera bahwa hukuman yang akan diberikan adalah maksimal 10 tahun penjara dan denda maksimal 25 juta Rupiah.

Banyak orang yang membahas bahwa hukuman ini kurang, tapi disisi lain ada yang menganggapnya sudah cukup. Perdebatan ini tentu terjadi bukan tanpa alasan. Di Indonesia, penjudi yang dihukum dengan denda tergolong lebih banyak dibandingkan tahanan. Selain itu, denda 25 juta Rupiah terkesan kecil saat dikenakan pada bandar dengan omset ratusan juta Rupiah.

Masalah Pemberian Hukuman yang Terkesan Ringan

Hukuman dalam perjudian tentu saja bisa berbeda – beda tergantung kasusnya. Walaupun mengikuti aturan Pasal 303 KUHP, hukuman bisa berupa denda saja, tahanan saja ataupun denda dan tahanan bersamaan. Denda dan tahanan ini juga masih akan berbeda lama dan besarannya, jadi pasti sangat beragam hukuman yang diberikan.

Tapi di Indonesia, hukuman pada bandar sekalipun terkadang kurang mantap. Saat diberikan pilihan tahanan yang bisa ditebus dengan denda, banyak penjudi memilih membayar. Bayaran ini tentu cukup mudah di dapat saat mereka memiliki uang banyak hasil dari judi mereka. Jadi kebanyakan orang yang dipenjara adalah penjudi kecil yang tidak bisa membayar uang denda.

Kebanyakan hukuman berupa denda ini harusnya dikenakan pada para penjudi situs poker online kecil yang baru pertama kali melakukan. Jika penjudi kakap, hukuman yang pantas adalah penjara. Kebanyakan keputusan yang lemah ini dikarenakan hakim tidak memandang judi sebagai kriminal yang berat. Jika dibandingkan pencurian, penipuan dan perampokan, judi terkesan lebih lembut dalam mengambil uang orang lain.

Judi memberi kesempatan orang yang ikut untuk memenangkan hadiah besar, tapi sesungguhnya yang mendapatkan uang paling banyak adalah bandar. Jika dalam judi, bandar bisa menentukan siapa yang menang ataupun kalah dengan cara – cara tidak jujur. Jadi hal ini bisa disamakan dengan penipuan tapi dengan kesempatan menang yang kecil. Seseorang memang bisa menang, tapi banyak orang lain yang ikut akan merugi.

Jika digambarkan seperti ini, bukankah hukuman untuk judi harusnya lebih berat? Atau paling tidak, hakim harus lebih berani mengenakan hukuman berat pada bandar penjudi agar jera. Tentu pelaku judi bisa dikenakan hukuman ringan, tapi para pelaku bisnis judi tidak bisa diperlakukan sama.

Kesulitan Menentukan Hukuman yang Pas

Kesulitan menentukan hukuman para penjudi mungkin jadi penyebab debat ini. Saat seseorang tertangkap melakukan judi, bisa saja dirinya sebetulnya adalah bagian dari investor bisnis judi. Tapi jika tidak ada bukti, tentu saja mereka hanya ditahan sebagai pemain. Bandar biasanya melindungi para pemain dan juga investor mereka, jadi tidak aneh jika bukti yang memberatkan jarang ditemukan.

Hal ini terlebih lagi karena kondisi teknologi yang makin berkembang. Saat ini, judi yang dilakukan berbentuk online. Saat pelaku bandar membuka judi ini, membuka siapa saja yang terlibat akan lebih sulit. Alasanya tentu sudah jelas, di dunia internet, semua orang bisa menggunakan topeng anonymous. Jarang ada orang yang tahu kehidupan sebenarnya dari akun yang aktif di website judi tersebut. Tanpa bantuan tim investigasi khusus dan juga bantuan dari Kominfo, Polisi akan kesulitan menangkap para penjudi tersebut.

Di sisi lain, data penjudi juga berupa file digital. Jika dalam kondisi terpojok, para pelaku bisa menghapus data ini agar tidak dijadikan bukti. Di dunia digital, mengejar bukit seperti ini tentu akan lebih sulit.

Karena bukti sulit terkumpul, tentu saja keputusan yang diambil hakim juga akan berbeda dari kenyataan. Jika bandar besar tertangkap tapi saat dicek, bukti hanya menunjukan dia memiliki keterlibatan kecil, tentu saja hukum tidak bisa asal memberikan tahanan lama. Karena hal seperti inilah, banyak kasus perjudian menjadi terlihat sangat ringan hukumannya.

Kesimpulan

Meningkatkan beban hukuman bukanlah solusi yang baik. Hal yang perlu dilakukan adalah memperbaiki system untuk lebih mudah menjaring para penjudi. Jika bukti menunjukan bahwa pelaku memiliki peran besar dan telah merugikan orang banyak, tentu saja hukuman dengan sendirinya menjadi berat dan terlihat adil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *