Beberapa Perilaku Negatif Penjudi yang Menjadi Dasar Larangan Perjudian

Beberapa Perilaku Negatif Penjudi yang Menjadi Dasar Larangan Perjudian! Judi adalah sebuah kegiatan bermain sebuah permainan yang terdapat taruhan, baik menggunakan uang maupun barang lain. Seorang penjudi yang sudah terjebak ke dalam arena akan terus bermain setiap saat dan selalu meluangkan waktunya untuk berjudi dengan pemain-pemain lain.

Aktivitas perjudian ini sudah marak di mana-mana. Bukan hanya perjudian nyata saja. Kini juga sudah hadir beberapa agen penyedia judi yang melayani perjudian secara online atau daring. Perjudian online ini sangat digemari oleh banyak penjudi dari seluruh dunia karena memberikan kemudahan dalam berjudi dan mendapatkan sejumlah keuntungan.

Walau begitu, dasar dari perjudian tetaplah sama, yaitu menguras dan menghabiskan uang yang ada di kantong pemain. Ketika pemain mengalami kekalahan besar, maka pemain akan menimbulkan perilaku negatif penjudi HK Pools yang bisa saja meresahkan masyarakat sekitar. Hal ini bukan hanya berlaku untuk judi online saja, melainkan judi konvensional juga bisa menimbulkan akibat yang sama.

Dalam ajang perjudian, pemain yang menang akan mendapatkan sejumlah hadiah hasil taruhan pemain lain. Tidak hanya sampai di sini, pemain yang menang akan terus bermain karena ingin mendapatkan keuntungan yang lebih besar lagi. Ketika pemain mengalami kekalahan, ia tidak akan menyerah. Justru penjudi akan terus bertaruh sampai akhirnya ia berhasil meraih kemenangan. Inilah yang disebut efek candu dari perjudian.

Selain itu, kekalahan yang terjadi pada pemain akan membuatnya berbuat segala agar bisa kembali bertaruh di arena perjudian. Tidak sebatas itu saja. Dampak dari adanya perjudian juga bisa menimbulkan beberapa perilaku negatif penjudi yang bisa saja meresahkan masyarakat. Berikut adalah perilaku-perilaku negatif yang sering ditunjukan oleh para penjudi, baik online maupun konvensional.

 

Berbohong

 

Bohong adalah suatu tindakan atau perilaku berkata yang tidak sesuai dengan kebenaran yang sudah atau akan terjadi. Sikap ini sering dilakukan oleh para penjudi akut yang sudah menjadikan judi sebagai salah satu rutinitas pentingnya. Sebagai contohnya adalah penjudi online akan berbohong mengenai perilakunya ketika sedang bermain judi di hp. Selain itu, terkadang penjudi juga berbohong demi mencari modal untuk bermain judi online.

 

Perilaku negatif penjudi yang satu ini bahkan sudah sering terjadi penjudi yang baru bergabung, baik itu judi online maupun judi konvensional melalui tempat-tempat seperti Kasino. Kebohongan yang sering dilakukan adalah untuk mencari modal. Biasanya penjudi akan beralasan uang tersebut untuk ini dan itu yang tidak sesuai dengan tujuan sebenarnya.

 

Berhutang

 

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya bahwa penjudi akan melakukan segala cara untuk kembali ke arena setelah mengalami kekalahan. Salah satunya adalah dengan berhutang. Ketika berhutang, penjudi akan menggunakannya untuk melakukan taruhan lagi ke bandar-bandar judi dan mulai berharap mendapatkan sejumlah keuntungan besar.

 

Lupa Diri

 

Perilaku negatif penjudi yang paling menonjol adalah ia lupa dengan dirinya sendiri. Dia terlalu terobsesi dengan adanya perjudian yang dikatakan bisa mendapatkan keuntungan. Pemain terlalu fokus dengan aktivitas judinya sehingga melupakan beberapa hal untuk dirinya sendiri, seperti makan, bersosialisasi, dan lain sebagainya. Tentunya ini akan sangat merugikan diri sendiri.

 

Seorang penjudi akan menghabiskan waktunya untuk berjudi setiap waktu. Bahkan ketika sedang bekerja sekalipun pasti akan memikirkan bagaimana cara memenangkan perjudian sehingga aktivitas bekerja tidak terfokus. Apalagi jika yang dimainkan adalah judi online yang bisa dimainkan kapan saja. Bisa saja pemain malah asik berjudi daripada bekerja.

 

Selalu Memikirkan Perjudian

 

Perilaku negatif penjudi berikutnya adalah selalu berpikir mengenai judi. Target seorang penjudi adalah kemenangan besar. Oleh karena itu, kapanpun waktunya ia selalu memikirkan sebuah rencana atau permainan yang bisa membawanya pada keuntungan melalui judi. Dengan begitu, aktivitas lainnya pun turut terganggu dan tidak berjalan lancar.

 

Memang tidak ada salahnya untuk membuat sebuah strategi agar bisa memenangkan setiap pertandingan judi, tetapi apabila penjudi terlalu sibuk maka ia akan melupakan banyak hal yang seharusnya ia lakukan di dunia nyata. Bagi yang sudah berkeluarga, bisa saja penjudi akan menomorduakan keluarganya dan mementingkan judinya. Tidak hanya keluarga, bisa saja penjudi akan melupakan sahabat dan orang terdekat.

 

Karena saking fokusnya memikirkan judi, ada beberapa saat di mana penjudi memiliki pikiran untuk memanfaatkan orang-orang terdekatnya. Tentu saja hal ini demi judi yang sedang diidam-idamkannya. Ketika penjudi sampai pada tahap memanfaatkan orang lain, dia tidak akan segan-segan untuk berbuat kasar. Akibatnya, seluruh masyarakat sekitar pasti akan memusuhi penjudi dan menjauhinya karena perilaku negatif penjudi tersebut.

 

Masuk ke Pergaulan Tidak Sehat

 

Karena sudah memasuki arena judi, otomatis penjudi akan terbawa dengan suasana yang ada. Biasanya suasana sekitar perjudian dikelilingi oleh pergaulan bebas yang tidak sehat, seperti minuman keras, seks bebas, dan termasuk judi itu sendiri. Tentunya hal ini akan terus berlangsung sampai ke masyarakat dan penjudi akan mendapatkan cap sebagai “anak nakal” atau sejenisnya.

 

Ketika mendapat cap buruk dari masyarakat, otomatis penjudi akan merasa asing di tempatnya sendiri. Selain itu, penjudi juga akan dijauhi oleh masyarakat karena pergaulannya yang tidak jelas dan tidak sehat. Tentunya ini akan membuat stress sendiri bagi penjudi. Belum lagi ditambah hutang yang belum terbayarkan akan semakin memperburuk keadaan karena perilaku negatif penjudi tersebut.

 

Dari beberapa poin di atas sudah jelas bahwa perjudian adalah salah satu kegiatan yang patut dihindari. Karena dampak itu pulalah Pemerintah Indonesia mengharamkan dan membuat aturan mengenai larangan perjudian yang ditujukan kepada seluruh masyarakat Indonesia.

 

Di Indonesia sendiri, larangan perjudian ini ditulis dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pindana atau KUHP yang terletak pada pasal 303 ayat (3). Pada pasal ini dijelaskan para pelaku perjudian akan dihukum penjara selama 4 tahun  dengan denda 10 juta rupiah. Hal ini belum termasuk hukuman atas perilaku negatif penjudi.

 

Tidak hanya judi konvensional, judi online juga tidak luput dari aturan pemerintah. Pada Undang-Undang ITE pasal 27 ayat (2) sudah dijelaskan secara lengkap mengenai larangan kepada setiap orang yang mengakses informasi dan dokumen elektronik yang berkaitan dengan hal perjudian. Pasal ini adalah pasal yamg berkaitan dengan kegiatan judi online.

 

Lalu, pada pasal 45 ayat (2) UU 19/2016 dikatakan bahwa siapapun pelaku yang melakukan tindakan sesuai pasal 27 ayat (2) UU ITE, maka dia bisa mendapatkan hukum pidana berupa penjara paling lama 6 tahun dengan denda paling banyak 1 miliar rupiah. Ini baru pasal untuk judi saja. Apabila penjudi melakukan beberapa perilaku negatif penjudi yang melanggar hukum, maka bisa saja hukuman menjadi lebih berat lagi.

 

Sekian pembahasan tentang adanya perilaku negatif penjudi yang menjadi dasar larangan perjudian. Dengan penjelasan di atas tentu sudah tidak ada alasan lagi untuk berjudi, baik konvensional maupun biasa semua bisa terkena tindak pidana. Tidak hanya pemain, para bandar judi juga akan ikut terpidana atas tindakannya. Jadi, segera hindari perjudian sebelum terlambat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *